Selasa, 25 Maret 2014

Mengenal Jenis Biji-Bijian Untuk Burung Ocehan - 1

Biji-bijian dikenal sebagai makanan yang bernutrisi tinggi untuk burung ocehan sudah lama dikenal oleh para kicaumania terutama untuk berbagai jenis burung seperti burung kenari, burung love bird, burung merpati, burung manyar, burung glatik, burung finch, dan lainnya. Sebab bagi sebagian jenis burung ocehan yang disebutkan tadi menjadikan biji-bijian sebagai makanan wajibnya selain ditambah dengan makanan extra fooding seperti jangkrik, belalang dan kroto.

Nah, biji-bijian untuk dimakan oleh burung ocehan tidaklah hanya satu jenis saja tetapi terdapat beberapa jenis yang banyak dijual di tempat penjualan makanan burung ocehan. Dan setiap jenis biji-bijian tersebut terdapat perbedaan yang dimulai dari harganya, kualitasnya, bentuknya, warna, dan rasanya termasuk nutrisinya. Sedari itu artikel ini membahas mengenai jenis-jenis biji-bijian untuk burung ocehan.

  • Biji Milet



    Biji milet adalah jenis biji-bijian yang memiliki bulir berukuran yang cukup kecil dan keberadaannya cukup banyak di luar negeri seperti Afrika dan Asia Selatan yang dijadikan sebagai makanan pokok. Di samping itu biji milet juga diberikan untuk burung ocehan seperti kenari dan love bird. Dengan kandungan gizi yang terdapat dalam biji milet adalah Vitamin B, B6, dan Fosfat. Dan juga terdapat juga kandungan mineral yang ada dalam biji milet yaitu Kalium, Magnesium, Seng, Besi, dan Kalsium. Bentuk biji milet sendiri adalah di bagian ujungnya runcing, mengkilap, dan bentuknya kecil kebulatan. Di pasar burung ocehan biasanya biji millet dijual dengan tipe yakni berwarna keputihan dan kecokelatan. Sedangkan untuk harganya umumnya tidak menentu tergantung pasokan yang tersedia di pasaran.

  • Biji Kenari



    Biji kenari cukup digemari oleh burung ocehan terutama burung kenari sebab biji kenari mempunyai khasiat yang dapat membaguskan kicauannya sehingga ada yang memberikannya pada saat menjelang burung kenari mengikuti perlombaan. Biji kenari banyak mengandung lemak dan protein sehingga tidak hanya bagus dimakan oleh manusia tetapi juga untuk burung ocehan. Biji kenari memang terbilang agak keras sehingga dapat dihancurkan jika diberikan pada anakan burung ocehan yang mulai belajar makan. Dan juga untuk biji kenari yang tampak berkualitas dapat memperhatikan warnanya yakni berwarna hitam keabu-abuan dan isinya yang padat.

  • Biji Jewawut



    Pada masyarakat di Asia Timur dan Asia Tenggara dulunya menjadikan biji Jewawut sebagai makanan pokok mereka Di samping biji ini juga sangat bermanfaat untuk burung ocehan. Ukuran biji Jewawut sekitar 3 mili meter untuk diameternya yang tampak cukup kecil dan warnanya umumnya berwarna coklat, merah, ungu, sampai kehitaman. Biji Jewawut banyak mengandung protein, hidrat arang, dan zat kapur. Yang manfaatnya dapat menggemukkan tubuh yang tampak kurus dan bagus diberikan saat burung ocehan dalam masa produksi atau bertelur.

  • Biji Bunga Matahari



    Kuaci atau nama lainnya adalah biji bunga matahari yang sudah sering kita lihat dan rasakan kelezatannya. Ternyata biji bunga matahari juga baik diberikan sebagai makanan untuk burung ocehan yang mana manfaatnya dapat mempercepat pertumbuhan bulu pada tubuh dan sayap burung ocehan dan juga memperkilapkan warna bulunya. Dan biasanya biji bunga matahari yang berwarna hitam yang diberikan untuk burung ocehan sebab cangkangnya tipis dan mudah pecah jadi tidak mempersulit burung untuk memakannya. Biji bunga matahari banyak mengandung minyak yang disebut asam linoleat yang baik dikonsumsi oleh manusia dan juga burung. Di samping itu juga kandungan nutrisi lain dalam biji bunga matahari adalah Vitamin B2 dan B6, Lemak, Karbohidrat, dan Protein. Tapi disarankan jangan pernah memberikan burung ocehan biji bunga matahari yang sudah jadi kuaci sebab kandungan garamnya cukup tinggi yang dapat membuat serak suara.

Bersambung ke Bagian 2

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
Berbagai Sumber
Gambar:
1. http://www.pintaroland.com/product/47/10/food-milput
2. http://203.21.74.22/pdimage/67/1237167_kcgkenari.jpg
3. http://www.pesonakenari.com/2011/09/pakan-biji-bijian-untuk-burung-kenari.html
4. http://www.merdeka.com/sehat/kuaci-biji-bunga-matahari-camilan-sehat-pencegah-kanker-keluarga-biji.html

Senin, 24 Maret 2014

Mengulas Ketenaran Burung Robin



Jika di tahun 2014 saat ini burung ocehan yang menjadi primadona di kalangan kicaumania adalah burung kenari, love bird, murai batu, dan anis merah. Tapi ada satu jenis burung yang pada tahun 90-an menjadi burung ocehan yang banyak dicari oleh maniak burung ocehan di Indonesia ialah burung Robin. Burung Robin adalah jenis burung ocehan yang berasal dari Cina atau bisa dibilang burung impor yang saat ini populasinya di pasar burung sudah sangat jarang terlihat akibat ditutupnya keran impor dan minimnya budidaya terhadap burung ini di Indonesia.

Awal ke datangan burung robin ke Indonesia dimulai oleh para pedagang asal China yang membawa serta burung ini ke negara yang mereka datangi salah satunya Indonesia. Sebab bagi kalangan orang Tionghoa burung Robin menyimpan mitos yang dapat membawa keberuntungan, sedari itu saat orang Tionghoa merantau meninggalkan negerinya burung robinnya juga ikut dibawanya ke tempat yang dituju oleh tuannya.

Tipikal burung Robin yang terkenal di tahun 90-an adalah mudah jinak kepada pemiliknya sehingga mudah melatih suaranya dan juga burung ini mempunyai karakter gemar berkicau apalagi saat mendengar burung ocehan lain juga ikut berkicau. Di samping itu juga karakter unik yang ada pada burung Robin adalah mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan dapat digabung dengan burung yang berbeda dalam satu kandang seperti dengan burung kenari. Dan juga karakter lainnya dari burung Robin adalah melatih kicauan burung Robin tidak bisa menggunakan kicauan dari burung yang berbeda artinya burung Robin hanya bisa dilatih dengan mendengarkan kicauan suara burung Robin juga.

Burung Robin mempunyai nama latin Leiothrix Lutea yang menyukai buah-buahan sebagai makanan pokoknya dan ia juga menyantap berbagai jenis serangga kecil dan ulat hongkong sebagai makanan tambahannya. Saat di alam liar burung Robin menghabiskan waktu bersama dengan kawanannya pada malam hari sedangkan saat siang mereka memilih berpencar dan hidup di semak belukar. Burung Robin membuat sarangnya di alam liar menggunakan ranting-ranting pohon dan melapisnya dengan akar-akar. Musim kawin bagi burung Robin jatuh di bulan April sampai September dan biasanya burung Robin jantan dalam mencari pasangannya biasanya mengandalkan kicauannya yang merdu. Dan saat musim kawin berlangsung maka burung robin bisa menjadi sangat agresif terhadap burung lain yang berani mendekati sarangnya.

Penyebaran burung Robin tidak sampai ke wilayah hutan Indonesia dan hanya ada di wilayah Himalaya, Cina, Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam. Di Amerika burung Robin sudah ditangkarkan karena perdagangan burung ini sangat pesat sekali sehingga mengancam habitatnya di wilayah aslinya. Di tahun 90-an harga burung Robin di toko-toko burung sangatlah murah sekali dan saat ini harganya menjadi sangat mahal sebab langkanya burung ini di pasaran.

Burung Robin jantan dan betina mempunyai sedikit perbedaan sebab burung ini tergolong burung monoformik yakni antara jantan dan betinanya ciri-cirinya hampir sama yakni dagunya berwarna kuning terang, sayapnya berwarna hitam keabu-abuan sampai ke ekornya, terdapat warna hijau kekuningan di bagian atas kepalanya, dan matanya berwarna hitam pekat. Dari itu pertama-tama dijelaskan terlebih dahulu mengenai ciri-ciri burung Robin jantan yang bercirikan: pada paruhnya ada campuran warna antara merah dan oranye dan kicauannya mempunyai beberapa variasi yang digunakannya untuk menakuti musuh, menarik pasangan, dan mempertahankan sarangnya dari musuh. Terdapat garis-garis merah di sayapnya dan warnanya cerah. Sedangkan pada betinanya terlihat paruhnya hanya berwarna kekuningan, bulunya tampak kusam dan tak ada garis-garis hitam di sayapnya. Kicauannya tidak variatif yang terdengar seperti satu nada yang terus diulang-ulang.

Nah, itulah ulasan mengenai burung Robin yang mempunyai sejarah panjang kepopuleran burung Robin di Indonesia. Sehingga bagi Anda yang tertarik dengan burung Robin dapat mengulang kembali sejarah lama tersebut terutama melakukan budidaya terhadap burung ini agar tidak perlu lagi mengimpornya dari luar negeri.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
Berbagai Sumber
Gambar:
http://www.kaskus.co.id/thread/5157e1c71cd719cf76000017/seputar-burung-robin---red-billed-leiothrix--leiothrix-lutea