Rabu, 20 Agustus 2014

Tips Agar Burung Ocehan Mau diberi Makan Voer



Voer adalah pakan olahan yang dibuat untuk menjadi pilihan alternatif bagi pakan burung ocehan yang praktis, hemat, dan efisien. Banyaknya merek-merek pakan voer yang beredar di pasaran saat ini menunjukkan kebutuhan pakan voer sebagai pakanan pokok terhadap setiap jenis burung ocehan masih tinggi.

Pakan Voer selalu menjadi pilihan ketika banyaknya penghobi yang tidak memiliki waktu luang untuk mengurus ketersediaan pakan alami burung kicauan peliharaan mereka. Selain itu, harga pakan alami yang terus melonjak naik juga menjadi alasan penggunaan pakan voer bagi penghobi karena harga produk voer masih tergolong stabil.

Karena itulah hampir semua burung kicauan yang ada di Indonesia diberi pakan voer. Padahal sejatinya pakan voer bukan pakan yang biasa dikonsumsi setiap burung kicauan di alam liar. Maka tidak heran, bila banyak burung kicauan yang sulit untuk mengonsumsi voer. Apalagi burung-burung yang diperoleh dari hasil penangkapan di hutan biasanya perlu waktu untuk melatihnya agar terbiasa diberi pakan voer.

Beda bila burung tersebut diperoleh dari hasil penangkaran, biasanya sejak masih anakan pun burung ini telah diberi pakan voer sehingga sudah terbiasa sejak dini. Oleh sebab itu, perlu sebuah trik dalam melatih burung-burung kicauan yang sulit diberi pakan voer tersebut agar mau mengonsumsinya dan menjadi terbiasa.

Tips Latihannya

Ada dua model latihan yang bisa kita terapkan untuk melatih burung ocehan terbiasa makan voer. Masing-masing model latihan tergantung dari jenis pakan alami burung ocehan itu sendiri, apakah burung tersebut di alam liar pakanan favoritnya adalah serangga atau buah-buahan. Walaupun secara umum kedua model latihan ini pada dasarnya adalah sama, hanya penggunaan pakan dalam latihannya saja yang berbeda.

Untuk jenis burung ocehan seperti murai batu, kacer, anis merah, tledekan dll yang merupakan pemakan serangga bisa menerapkan latihan sebagai berikut :

  • Sebelumnya pastikan pada saat itu burung dalam keadaan lapar.
  • Siapkan pakan voer yang terlebih dahulu sudah dilembutkan, di sini kita akan mencoba untuk memperkenalkan pada lidah burung ocehan tersebut.
  • Siapkan juga pakan serangga favoritnya, seperti ulat hongkong atau juga kroto.
  • Taruh pakan favoritnya tersebut pada wadah dalam sangkar dengan juga menaburkan voer yang sudah lembut tadi, sehingga ulat hongkong atau kroto tercampur dengan pakan voer. Bisa juga anda menambahkan sedikit air agar tumbukan voer dapat benar-benar lengket atau menyatu dengan pakan favoritnya.
  • Lakukan cara itu dengan perbandingan 3/1, dengan porsi pakan serangga yang lebih banyak sampai beberapa hari ke depan.
  • Setelah itu, mulai kurangi porsi pakan favoritnya secara bertahap, sampai pada titik anda menemui burung ocehan itu mulai makan voer. Hal ini bisa dilihat dari bentuk kotorannya yang sudah berubah dengan adanya sisa pakan voer pada kotorannya.
  • Jika benar sudah demikian, berikan pakan voer yang lebih kasar, dengan juga mencampurkan pakan voer yang lembut tadi. Ini untuk melatih burung ocehan untuk benar-benar mau makan voer.
  • Bila anda sudah melihat dengan jelas burung tersebut sudah mau mengonsumsi voer secara nyata, anda pun sudah bisa menaruh pakan voer untuk menjadi pakan pokok burung ocehan tersebut.

Sedangkan untuk burung ocehan pemakan buah-buahan seperti cucak rowo, cucak ijo, cucak jenggot, dll maka tips latihan melatih burung ocehan itu untuk makan voer adalah sebagai berikut :

  • Cara latihannya juga hampir sama dengan cara sebelumnya, hanya saja di sini pakan yang kita pakai adalah buah-buahan seperti pisang atau pepaya sesuai pakan favorit burung ocehan ini.
  • Pada pisang atau pepaya yang ingin kita berikan pada burung tersebut ditaburi dengan pakan voer yang lembut pada permukaannya.
  • Lakukan hal itu sampai beberapa hari ke depan, dan semakin lama taburan voer pada permukaan buah-buahan itu semakin tebal dan banyak porsinya.
  • Terapkan cara ini secara terus-menerus. Sebagai penambah, pada pisang atau pepaya yang anda gantungkan di kandang, tepat pada bagian bawahnya diberi tempat pakan yang berisikan voer. Moga-moga apabila ada potongan buah yang jatuh masuk pada tempat pakan voer tadi, burung tersebut mau memakannya sehingga mempercepat burung itu untuk mau makan voer.
  • Lihat perkembangan burung tersebut dengan mengamati perubahan pada kotorannya, apakah sudah mau makan voer atau belum. Jika belum tetap lakukan hal yang sama, sampai burung terbiasa dengan perawatan itu. Percayalah lama-kelamaan dia akan mau mengonsumsi voer secara total.
  • Sebaliknya bila burung ocehan sudah menunjukkan mau makan voer, anda tentu sudah berhasil dalam latihan tips ini, dan sudah bisa memberikan pakan voer sebagai pakan pokok sehari-hari.

Dan perlu diingat, bila pada akhirnya burung ocehan anda sudah mau mengonsumsi pakan voer, untuk tetap jangan lupa memberikan pakan alaminya juga sebagai penunjang kebutuhan gizi burung ocehan itu, karena bagaimanapun juga kandungan gizi tentunya lebih banyak didapatkan dari pakan-pakan alami.

Oleh : Roma Doni
Sumber Gambar :
http://burungkicaumu.blogspot.com/2011/11/membuat-pakan-untuk-insectivore-birds.html
Referensi Tulisan :
http://ilmukicau.blogspot.com/p/cara-melatih-mb-makan-voer-c-ara.html
http://cantiknanmerdu.blogspot.com/2014/03/melatih-burung-makan-voer.html

Mengenal Cacing Tanah Sebagai Makanan Burung Ocehan



Pernahkah melihat atau memegang cacing tanah? Pastinya sebagian di antara para pembaca ada yang sudah melihat dan memegangnya secara langsung. Dan sebagian lagi mungkin merasa jijik atau takut untuk memegang cacing tanah karena bentuknya yang panjang, liat, dan sedikit berair. Ya, cacing tanah umumnya dikenal oleh masyarakat sebagai umpan untuk memancing berbagai jenis ikan yang berada di sungai, danau, rawa, atau tempat yang berisi air tawar.

Di samping itu cacing juga diketahui bahwa cacing sangat bermanfaat untuk menggemburkan tanah atau membantu menghancurkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam tanah sehingga memperkaya kandungan mineral yang terdapat di dalam yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Tapi adakah yang tahu bahwa cacing tanah juga bisa digunakan sebagai makanan burung ocehan?

Ya, perlu diketahui bahwa berbagai jenis burung ocehan yang sudah tenar di antaranya burung murai batu, kenari, love bird, kacer, beo, kakak tua, dan masih banyak lagi memakan jenis makanan yang berbeda-beda diantaranya jangkrik, belalang, buah-buahan, biji kenari, dan sayur-sayuran. Tapi di alam liar banyak dari burung ocehan juga mengonsumsi cacing tanah untuk memenuhi nutrisi tubuhnya. Ciri-ciri fisik dari cacing tanah ialah warna tubuhnya merah kecokelatan dan ukuran tubuhnya panjang dengan rata-rata 10 sampai 15 cm.

Dari jenisnya cacing tanah mempunyai empat jenis di antaranya Lumbricus, Pheretima, Perionyx, dan Lumbricus Rubellus yang berbeda satu sama lain. Dan keberadaan atau habitat dari cacing tanah ialah di dalam tanah yang subur atau lahan-lahan pertanian dan persawahan. Sehingga banyak orang-orang yang mencari cacing tanah di tempat-tempat yang banyak ditumbuhi oleh tumbuhan.

Ketenaran dari cacing tanah sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk digunakan sebagai bahan makanan untuk ikan hias, ikan di kolam, ayam, itik, angsa dan lain-lain. Sedari itu cacing tanah sudah banyak dibudidayakan karena menjanjikan dari segi bisnis dan cara membudidayakan juga tidak sulit dengan biaya yang murah atau terjangkau. Biasanya orang-orang untuk mendapatkan cacing tanah dapat dicari di tanah-tanah yang subur atau bisa membelinya di tempat pembudidayaan cacing untuk makanan ikan.

Nah, untuk kandungan nutrisi pada cacing tanah perlu diketahui sangat dibutuhkan oleh burung ocehan untuk menambah energi, memerdukan kicauan, dan lain-lain. Dan kandungan nutrisi pada cacing tanah ialah protein asam amino sekitar 60% sampai 70%, kandungan lemak sekitar 7% sampai 10%, energi sekitar 900 sampai 4100 kalori per gram, dan kandungan abu sekitar 8% sampai 10%.

Burung ocehan yang biasanya memakan cacing tanah sebagai makanan harian atau selingan di antaranya ialah burung anis merah, anis kembang, kacer, dan lain-lain. Dan burung ocehan pemakan biji-bijian seperti kenari jarang sekali menyukai cacing untuk dimakannya. Pemberian cacing tanah untuk dikonsumsi burung ocehan ialah pertama-pertama cacing tanah tersebut dicuci terlebih dahulu dengan air bersih hingga hilang tanah atau kotoran yang menempel di sisi badan cacing tanah, kedua, berikan cacing tanah yang sudah bersih tersebut kepada burung ocehan dengan diletakkan di tempat makanannya. Dan perlu diperhatikan bahwa jangan pernah berikan burung ocehan cacing tanah dalam kondisi yang sudah mati dan berbau karena bisa menjadi penyakit bagi burung ocehan yang menyerang pencernaannya.

Demikianlah penjelasan mengenai cacing tanah yang sudah lama dikenal untuk ikan dan unggas. Tapi burung ocehan juga banyak yang mengonsumsi cacing tanah baik di alam liar maupun yang dipelihara oleh manusia. Nah, bagi anda yang mempunyai burung ocehan seperti anis dan kacer dapat memberikan burung ocehan anda tersebut cacing tanah yang mengandung protein tinggi yang bermanfaat bagi perkembangan tubuhnya. Okey.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://omkicau.com/2014/02/02/bagaimana-memberikan-pakan-serangga-cacing-dan-ikan-kecil-kepada-burung/
http://indobird.com/article/article_detail.asp?cat=4&id=95

Gambar:
http://intisari-online.com/read/manfaat-cacing-tanah-bagi-kehidupan