Kamis, 29 Januari 2015

Burung Ocehan Madu Hitam

Burung ocehan yang berasal dari keluarga Nectariniidae mempunyai jenis yang sangat banyak sekali dan salah satunya ialah burung Madu Hitam. Burung ini merupakan burung endemik asli Indonesia dan mempunyai suara kicauan yang tak kalah merdu serta nyaring dibanding dengan burung ocehan yang telah terlatih. Dan di samping itu juga, selain menawarkan keindahan kicauannya yang merdu burung madu hitam memiliki bentuk tubuh dan bulu yang sangat indah dan menawan mata yang memandangnya. Dan itulah yang coba di uraikan dalam artikel ini untuk mengulas mengenai burung ocehan madu hitam.

Dikatakan di atas bahwa burung madu hitam merupakan burung endemik asal Indonesia yang keberadaannya hanya terdapat di daerah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Terbatasnya tempat daerah penyebarannya menjadikan burung ini tergolong burung yang rentan dengan ancaman kepunahan karena disebabkan oleh berbagai faktor yang salah satunya ialah perburuan liar. Di samping itu, di alam liar burung madu hitam biasa menempati tempat-tempat seperti daerah tepian hutan, daratan rendah, hutan mangrove, dan juga di perkebunan masyarakat. Dan dalam penyebarannya di daratan hutan Indonesia, burung madu hitam mempunyai 23 sub spesies lebih yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi, Maluku, hingga ke Papua.


Gambar 1. Burung Madu Hitam

Ciri-ciri fisik dari burung madu hitam ialah dilihat ukuran tubuhnya hanya sekitar 11 cm saja. Dan untuk warna tubuhnya berbeda antara yang jantan dengan yang betinanya. Untuk yang jantan ialah warna tubuhnya didominasi dengan warna hitam yang meliputi di bagian wajah, sayap, perut, hingga ke bagian ekornya. Di samping dominasi warna hitam terdapat pula paduan warna lain seperti warna ungu mengkilap tampak di bagian dadanya, warna biru laut terang terdapat di bagian pangkal kedua sayapnya, di atas kepalanya terdapat semburan warna hijau dan biru.

Bentuk paruh dari burung madu hitam sendiri ialah agak memanjang dengan bentuk yang agak bengkok ke bawah yang berwarna hitam pekat. Sedangkan pada yang betinanya mempunyai ciri-ciri yang pada kepalanya berwarna abu-abu, perutnya tampak berwarna kuning pucat, punggung dan sayapnya berwarna kuning zaitun yang ada bercak hitamnya, bagian wajah, bawah dagu, hingga ke pangkal dada berwarna ke abu-abuan. Serta bentuk paruhnya juga memanjang dan melengkung ke bawah.

Sedangkan untuk ciri khas dari suara kicauan burung madu hitam ialah terdengar agak mendesis dengan nada yang tinggi, terdapat juga rangkaian nada-nada dalam kicauannya yang identik dan terdengar agak tinggi. Dan nada yang terangkai tersebut bersambung dengan cepat serta diikuti nada pada getaran yang agak lambat dan terdengar rendah.

Di alam liar burung madu hitam biasanya mencari makanan di tempat terbuka dan makanannya sendiri ialah nektar pada bunga, buah-buah kecil, dan bahkan bunga pun menjadi santapannya. Dan juga pandangan sebagian masyarakat burung madu hitam seringkali disamakan dengan burung kolibri karena sama-sama mempunyai paruh yang melengkung ke bawah.

Dan demikianlah ulasan terhadap burung ocehan Madu Hitam yang mempunyai corak warna tubuh yang sangat indah dan warna kicauannya yang alami dari alam. Sehingga dengan membaca artikel ini dapat menambah pengetahuan kita semua akan burung madu hitam. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber:
http://omkicau.com/2014/10/08/burung-madu-hitam-nan-eksotis/
http://id.wikipedia.org/wiki/Burung-madu_hitam

Gambar:
1. http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads/2011/11/BM-Hitam.jpg

Selasa, 27 Januari 2015

Mengenal Keunikan Burung Pijantung Kecil

Ada banyak sekali jenis burung ocehan di Indonesia dan hanya sedikit saja yang diketahui oleh masyarakat kita seperti burung murai batu, kenari, dan love bird. Namun di antara banyaknya burung ocehan yang terkenal tersebut terdapat satu jenis burung ocehan yang tak kalah merdu kicauannya. Yakni burung ocehan yang kurang familiar tersebut adalah burung Pijantung Kecil.

Burung Pijantung Kecil mempunyai nama ilmiah Arachnothera Longirostra yang daerah penyebarannya di Indonesia berada di daerah Sunda Besar, Bali, Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Sedangkan di luar negeri keberadaan burung Pijantung Kecil dapat di temui pada negara Cina, India, Asia bagian tenggara, Filipina, dan semenanjung di Malaysia.

Burung ini masuk dalam keluarga Nectariniidae yang sering dipersepsikan sama dengan jenis burung pemakan sari bunga yakni burung Kolibri. Hal tersebut didasari terdapatnya sedikit kemiripan dari kondisi fisik antara burung pijantung dengan burung kolibri dari sisi ukuran badan dan paruhnya. Sehingga hal tersebut menjadi keunikan tersendiri bagi burung Pijantung Kecil.


Gambar 1. Burung Pijantung Kecil

Untuk ciri-ciri fisiknya, burung Pijantung Kecil mempunyai ukuran yang memang agak kecil yakni hanya sekitar 15 cm saja. Di mana pada bagian atas tubuhnya mempunyai warna hijau seperti zaitun, warna kuning terang tampak di bagian bawah tubuhnya. Pada tenggorokan yang berbatasan dengan dadanya mempunyai corak warna putih keabu-abuan. Iris matanya tampak berwarna coklat, kakinya berwarna nila kebiruan, dan ekornya berukuran sedang. Sedangkan paruhnya mempunyai ukuran panjang yang melengkung di mana warna bagian atas paruhnya ialah warna hitam dan pada bagian bawah paruhnya berwarna putih ke abu-abuan.

Sedangkan ciri khas kicauan dari burung Pijantung Kecil ialah terdengar cukup tajam dan biasanya burung ini berkicau saat ia sedang terbang. Dan penyebarannya di Indonesia dapat dijumpai pada pekarangan, hutan perbukitan, dataran yang rendah, hutan sekunder, dan perkebunan masyarakat. Dan juga kebiasaan dari burung Pijantung Kecil yang hidup di alam liar ialah suka bersembunyi di antara rimbunnya pepohonan pada siang hari sehingga burung ini mempunyai sifat yang cukup pemalu.

Di alam liar burung Pijantung Kecil menyukai nektar sebagai makanan pokoknya. Nektar yang dicari oleh Pijantung Kecil untuk dimakannya berasal dari bunga-bunga yang tumbuh di hutan. Di samping itu juga, burung Pijantung Kecil memakan buah-buahan sebagai tambahan nutrisi yang tak kalah manis dibandingkan dengan nektar sebagai makanan pokoknya.

Dan juga saat berada di alam liar, burung pijantung kecil membangun sarangnya di bawah dedaunan pisang yang terbuat dari serat dan potongan daun yang sudah tua, lalu dieratkan dengan jaring laba-laba dengan bentuk seperti kantung kecil. Saat musim berkembang biak tiba, burung Pijantung Kecil dapat bertelur sebanyak 2 butir dengan ciri-ciri berwarna putih, dan terdapat bintik-bintik merah pada telurnya.

Demikianlah ulasan terhadap burung Pijantung Kecil yang sering disamakan dengan burung kolibri padahal secara fisik dan kebiasaan burung Pijantung Kecil mempunyai ukuran yang agak besar dan kebiasaannya cukup pemalu terhadap makhluk asing yang mendekatinya. Sedari itu, semoga membaca artikel ini dapat untuk menambah pengetahuan bagi kita semua terkhusus untuk burung Pijantung Kecil.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber:
http://omkicau.com/2014/05/24/beberapa-jenis-burung-pijantung-dan-suara-kicauannya/
http://www.biodiversitywarriors.org/isi-katalog.php?idk=618&judul=pijantung-kecil

Gambar:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e6/Little_spiderhunter_India.jpg